Sidenreng Rappang – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi (KETT) sebagai salah satu langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, saat menerima audiensi dari perwakilan Kementerian Transmigrasi yang dipimpin Prof Dr Suratman, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (22/9/2025) di ruang kerjanya, Pangkajene, Sidrap.
Menurut Nurkanaah, hadirnya KETT di Sidrap diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang tidak hanya memanfaatkan potensi transmigrasi, tetapi juga mengintegrasikan sektor pertanian, pendidikan, dan koperasi. Dengan demikian, transmigrasi tidak lagi dipandang sebatas pemindahan penduduk, melainkan sebagai instrumen pembangunan wilayah yang terencana.
Dukungan Akademisi dan Kementerian
Pertemuan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh akademisi, antara lain Rektor Unisan Sidrap Darnawati, Rektor ITKes Muhammadiyah Sidrap Muhammad Tahir, serta Wakil Rektor UMS Rappang Muhammad Raiz Razak. Kehadiran para akademisi menunjukkan bahwa perguruan tinggi siap mendukung perwujudan KETT melalui penelitian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga : Bupati Sidrap Bikin Edaran, Deretan Tempat Dibersihkan di Sidrap di Peringatan World Cleanup Day
Prof Dr Suratman dari UGM menegaskan bahwa KETT dapat menjadi model pembangunan kawasan berbasis transmigrasi yang berkelanjutan. “Jika dikelola dengan baik, kawasan ini mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Plt Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Sidrap, Adli Lukman, menjelaskan bahwa KETT akan dirancang secara terpadu, melibatkan berbagai sektor. Potensi unggulan Sidrap seperti pertanian, peternakan, dan energi baru terbarukan akan diintegrasikan dalam kawasan tersebut. Selain itu, sektor koperasi akan didorong sebagai penguat ekonomi masyarakat transmigran agar lebih mandiri.
Lebih lanjut, program ini juga akan melibatkan masyarakat lokal dan transmigran secara bersamaan, sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial. Pemerintah daerah memastikan bahwa pengembangan KETT tetap memperhatikan aspek lingkungan agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
Harapan ke Depan
Dengan dukungan dari pemerintah pusat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, Sidrap optimistis dapat mewujudkan KETT sebagai salah satu kawasan percontohan di Sulawesi Selatan. Wakil Bupati Nurkanaah menutup pertemuan dengan ajakan kolaborasi. “Kami berharap semua pihak dapat bersinergi agar Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi benar-benar membawa manfaat besar bagi masyarakat Sidrap,” tegasnya.
Langkah ini menjadi bukti bahwa Sidrap terus berinovasi dalam mencari solusi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan menjadikan transmigrasi sebagai bagian dari strategi pemerataan kesejahteraan.

















