Sidenreng Rappang -Petani Sidrap diselimuti suasana penuh kegembiraan dan rasa syukur yang melingkupi Lingkungan I, Kelurahan Salomallori, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, pada Ahad (12/10/2025).
Masyarakat setempat menggelar tradisi tahunan Mappadendang, sebuah pesta panen yang telah diwariskan turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian yang melimpah.

Acara ini bukan hanya menjadi simbol keberhasilan petani, tetapi juga wujud kebersamaan dan gotong royong yang masih terjaga di tengah kemajuan zaman. Dentuman alu yang ditabuh ke lesung bergema di udara, menandakan suka cita warga menyambut hasil jerih payah selama musim tanam.
Bupati Syaharuddin Alrif Hadir Bersama Warga
Kehadiran Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menambah semarak suasana pesta panen tersebut. Bupati tampak larut dalam kegembiraan, ikut menabuh alu bersama petani dan tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Syaharuddin mengungkapkan rasa bangganya atas semangat warga yang tetap menjaga tradisi sambil terus berinovasi di sektor pertanian.
“Tradisi Mappadendang ini bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan. Saya bangga melihat masyarakat Sidrap tetap memelihara budaya leluhur yang sarat makna,” ujar Bupati.
Baca Juga : Wabup Sidrap Nurkanaah dan Menteri Hadiri Rakornas TPAKD
Panen Melimpah Berkat Kerja Keras Petani
Tahun ini, hasil panen di Kecamatan Dua Pitue terbilang melimpah. Para petani berhasil meningkatkan produktivitas beras berkat penggunaan benih unggul dan penerapan teknologi pertanian modern yang didorong oleh pemerintah daerah. Program bantuan alat mesin pertanian (alsintan), pupuk bersubsidi, dan pendampingan penyuluh turut memberi dampak nyata terhadap hasil panen.
“Alhamdulillah, hasil panen padi musim ini meningkat signifikan dibanding tahun lalu. Ini buah kerja keras petani kita yang tidak kenal lelah, serta dukungan penuh dari Pemkab Sidrap,” kata salah satu tokoh tani setempat.
Pemkab Dorong Inovasi dan Kemandirian Petani
Dalam kesempatan itu, Bupati Syaharuddin juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Sidrap. Ia berjanji akan menambah fasilitas irigasi, memperluas lahan produktif, serta meningkatkan pelatihan bagi petani muda agar pertanian Sidrap tetap berdaya saing di masa depan.
“Sidrap dikenal sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan. Kita akan jaga dan tingkatkan predikat itu dengan inovasi, teknologi, dan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan masyarakat,” tutupnya.
Tradisi Mappadendang pun berakhir dengan penuh suka cita, menjadi simbol keberkahan dan harapan baru bagi petani Sidrap untuk terus menanam, menuai, dan menjaga warisan budaya yang mengakar kuat di tanah Bugis.

















