Sidenreng Rappang — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Kementerian Transmigrasi RI memaparkan hasil Ekspedisi PatriotSIDRAP di kawasan transmigrasi Pitu Riase. Kegiatan pemaparan berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan lantai III Kantor Bupati Sidrap, Selasa (2/12/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/EKSPEDISI-PATRIOT.jpg)
Ekspedisi yang berlangsung selama empat bulan tersebut menghasilkan pemetaan komprehensif terkait kondisi sosial budaya, ekologi, geospasial, hingga kultur pertanian masyarakat transmigran. Data itu kini menjadi dasar penting dalam penyusunan rekomendasi strategis pengembangan kawasan, baik untuk program jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.
Pemetaan Jadi Dasar Perencanaan Pembangunan
Wakil Bupati Sidrap dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemerintah pusat dalam menghasilkan data berbasis riset yang akurat dan aplikatif.
“Hasil ekspedisi ini sangat strategis karena memberikan gambaran riil kondisi lapangan. Ini akan menjadi pijakan utama dalam merumuskan kebijakan pengembangan kawasan transmigrasi Pitu Riase ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Sidrap berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi yang dihasilkan agar kawasan transmigrasi tidak hanya berkembang dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.
Sorot Potensi dan Tantangan Kawasan
Ketua Tim Ekspedisi dari Universitas Padjadjaran menjelaskan bahwa tim melakukan kajian lintas disiplin, mulai dari antropologi, pertanian, lingkungan, hingga pemetaan geospasial. Kajian tersebut mengungkap potensi besar Pitu Riase di sektor pertanian, namun juga mencatat sejumlah tantangan, seperti akses infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, serta adaptasi sosial budaya masyarakat transmigran dan lokal.
“Kami tidak hanya memetakan potensi, tetapi juga mengidentifikasi masalah yang perlu segera ditangani agar pembangunan kawasan bisa berjalan seimbang dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dukungan Kementerian Transmigrasi
Perwakilan Kementerian Transmigrasi RI menyebut hasil ekspedisi ini akan menjadi rujukan penting dalam penyusunan kebijakan nasional terkait pengembangan kawasan transmigrasi di Sidrap.
“Kami melihat Pitu Riase memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan transmigrasi terpadu berbasis pertanian modern. Dukungan pusat akan kami arahkan berdasarkan rekomendasi hasil ekspedisi ini,” katanya.
Ditindaklanjuti dalam Program Nyata
Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan penyusunan langkah tindak lanjut antar pemangku kepentingan. Pemkab Sidrap menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan hasil ekspedisi ke dalam program kerja perangkat daerah agar dapat segera diwujudkan dalam kegiatan nyata di lapangan.

















