Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Pemkab Sidrap Dorong Petani dan Peternak Gunakan QRIS untuk Transaksi Digital

banner 120x600
banner 468x60

Sidenreng Rappang  – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mulai mengarahkan para petani dan peternak untuk memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan usaha mereka. Langkah ini diwujudkan melalui penerapan transaksi pembayaran non-tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Bupati Sidrap Dorong Petani dan Peternak Transaksi Digital Pakai QRIS -  VOICE SULSEL
Pemkab Sidrap Dorong Petani dan Peternak Gunakan QRIS untuk Transaksi Digital

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, penerapan QRIS menjadi bagian dari komitmen daerah untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital, terutama di sektor pertanian dan peternakan yang menjadi tulang punggung perekonomian Sidrap.

banner 325x300

“Dengan QRIS, transaksi masyarakat di sektor pertanian dan peternakan diharapkan lebih praktis, aman, dan transparan,” ujar Syaharuddin di Makassar, Jumat (31/10/2025).

Dari Sawah hingga Kandang: Transaksi Tanpa Tunai

QRIS mulai diterapkan di berbagai aktivitas ekonomi masyarakat Sidrap, mulai dari jual beli hasil pertanian seperti beras dan jagung, hingga transaksi komoditas peternakan seperti ayam petelur dan sapi potong. Sistem pembayaran digital ini juga digunakan untuk pembelian pakan, pupuk, serta kebutuhan usaha tani lainnya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi digitalisasi keuangan daerah yang mencakup berbagai sektor, termasuk layanan publik. Selain sektor pertanian, Pemkab Sidrap juga telah menerapkan QRIS untuk pembayaran pajak daerah, retribusi pasar, parkir, dan persampahan.

Baca Juga : Kemenag Sulsel : Katedral Makassar rumah persaudaraan bagi semua

Dorong Inklusi Keuangan dan Efisiensi

Menurut Bupati Syaharuddin, penggunaan QRIS tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga membuka akses petani dan peternak terhadap layanan keuangan formal.

“Melalui digitalisasi, petani dan peternak dapat terhubung dengan lembaga keuangan dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Ini juga mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai,” jelasnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sidrap, Muhammad Rohady Ramadhan, menambahkan bahwa pihaknya akan memperluas sosialisasi dan pelatihan penggunaan QRIS di kalangan pelaku usaha mikro dan kelompok tani.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski demikian, pemerintah daerah menyadari masih terdapat tantangan dalam penerapan teknologi digital di wilayah pedesaan, seperti keterbatasan jaringan internet dan literasi digital masyarakat.

Untuk itu, Pemkab Sidrap berencana bekerja sama dengan Bank Indonesia dan perbankan daerah guna memperluas akses jaringan dan pelatihan penggunaan QRIS bagi warga.

“Kami ingin memastikan bahwa digitalisasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan, termasuk petani dan peternak di pelosok desa,” tegas Syaharuddin.

Dengan langkah ini, Sidrap menegaskan posisinya bukan hanya sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga sebagai pelopor transformasi digital sektor pertanian dan peternakan di Sulawesi Selatan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *