Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Mahasiswa Unhas Kembangkan Usaha Rumah Tangga Sabun Herbal di Sidrap

banner 120x600
banner 468x60

Sidenreng Rappang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 114 di Desa Bapangi, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), berhasil menciptakan inovasi sabun ramah lingkungan berbahan dasar kulit pisang.

Inovasi ini dinamakan EcoBan Soap, yang merupakan akronim dari “Eco-Friendly Banana Soap”. Sabun ini diperkenalkan sekaligus dilatihkan kepada warga pada Selasa (29/7/2025) di Balai Desa Bapangi.

banner 325x300

Koordinator program, Wahyuni Eka Sari Hamzah, menyampaikan bahwa pembuatan EcoBan Soap dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap limbah organik rumah tangga yang sering terabaikan, khususnya kulit pisang.

Dari Limbah Jadi Cahaya, Mahasiswa Unhas Hadirkan Solusi Kreatif di  Kelurahan Billokka - Nusantara Insight
Mahasiswa Unhas Kembangkan Usaha Rumah Tangga Sabun Herbal di Sidrap

“Selama ini kulit pisang hanya dibuang atau diberikan ke ternak, padahal memiliki kandungan antibakteri dan antioksidan yang bisa dimanfaatkan,” ujar Wahyuni.

Proses pembuatan sabun ini melibatkan bahan-bahan alami seperti kulit pisang, kulit jeruk sebagai pewangi alami, serta bahan tambahan seperti texapon untuk menghasilkan busa dan garam dapur sebagai pengental.

Pelatihan ini disambut antusias warga, terutama kalangan ibu rumah tangga. Salah satu peserta pelatihan, Asriani, mengaku terkejut bahwa kulit pisang bisa dijadikan sabun yang aman digunakan.

Baca Juga : Tersangka Suap Rp60 M Ketua PN Jaksel Arif Nuryanta Orang Sidrap? Punya Tanah Luas 5.900 Meter

“Saya tidak menyangka kulit pisang bisa dibuat sabun. Biasanya dibuang begitu saja. Sekarang malah bisa dipakai dan bahkan dijual,” ujarnya.

Kulit Pisang Jadi Sabun Herbal, Mahasiswa KKN-T Unhas Latih Warga Sidrap

Produk EcoBan Soap dipromosikan sebagai sabun eco-friendly karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Serta mampu mengurangi limbah organik yang kerap mencemari lingkungan. Selain itu, program ini membuka peluang usaha berbasis produk herbal lokal.

Kepala Desa Bapangi, Hj. Rusna Tappa, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan positif mahasiswa KKN-T Unhas tersebut. Ia berharap program seperti ini bisa berkelanjutan dan tidak berhenti hanya saat KKN berakhir.

“Kalau bisa, ini dijadikan usaha warga untuk memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menjaga lingkungan,” harapnya.

Dengan inovasi EcoBan Soap, mahasiswa KKN-T Unhas tidak hanya memberikan solusi atas masalah lingkungan, tetapi juga memberikan peluang ekonomi alternatif berbasis sumber daya lokal.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat bisa menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *