Sidenreng Rappang – Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mathari menyatakan pihaknya mendukung penuh rencana kerja sama sektor pangan antara Pemerintah Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kebutuhan Pangan Kota yang Tinggi
Menurut Mathari, Kota Banjarmasin memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dengan tingkat kebutuhan bahan pangan yang terus meningkat setiap tahun. Namun, kemampuan produksi pangan daerah masih terbatas karena minimnya lahan pertanian produktif di wilayah perkotaan.
“Banjarmasin tidak memiliki cukup lahan untuk memproduksi bahan pangan sendiri. Karena itu, kerja sama dengan daerah penghasil seperti Sidrap dan Enrekang merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat,” ujarnya di Banjarmasin, Rabu (29/10).
Baca Juga : Pemerintah turunkan harga pupuk bersubsidi 20 persen
Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga
Mathari menilai, kerja sama ini tidak hanya penting untuk menjamin pasokan pangan, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga di pasar. Dengan adanya hubungan langsung antardaerah penghasil dan daerah konsumsi, rantai distribusi dapat dipersingkat, sehingga harga jual ke masyarakat bisa lebih stabil dan terjangkau.
“Kerja sama ini bisa menekan potensi kelangkaan dan fluktuasi harga, terutama menjelang hari besar keagamaan nasional atau kondisi cuaca ekstrem,” tambahnya.
Potensi Sidrap dan Enrekang
Kabupaten Sidrap dan Enrekang selama ini dikenal sebagai sentra pertanian utama di Sulawesi Selatan. Sidrap merupakan daerah penghasil beras unggulan, sementara Enrekang dikenal dengan hasil hortikultura dan peternakannya.
Dengan potensi tersebut, Mathari berharap kedua daerah tersebut dapat menjadi mitra strategis dalam pemenuhan kebutuhan pangan Banjarmasin, terutama untuk komoditas beras, sayur-mayur, dan hasil peternakan.
Dukungan DPRD untuk Pemerintah Kota
DPRD Banjarmasin, kata Mathari, siap memberikan dukungan kebijakan dan anggaran untuk memperkuat kerja sama antarwilayah ini. Ia juga menekankan pentingnya perencanaan matang agar kerja sama tersebut berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi bagi semua pihak.
“Kami mendorong agar ada nota kesepahaman yang jelas, termasuk mekanisme distribusi, jaminan kualitas, dan keberlanjutan pasokan. Ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga upaya menjaga ketahanan pangan daerah,” tuturnya.
Harapan ke Depan
Mathari menegaskan bahwa sinergi antar daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pangan nasional di masa depan. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan Banjarmasin dapat memiliki sistem suplai pangan yang lebih aman, stabil, dan berdaya saing.
“Kerja sama ini harus dimaknai sebagai bentuk gotong royong antar daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

















