Sidenreng Rappang — Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras Nasional melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, guna memastikan harga beras di tingkat produsen dan konsumen tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kunjungan tersebut dipimpin Brigjen Pol Hermawan SIK MM, yang juga menjabat sebagai Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan, Bulog Divre Parepare, serta unsur Forkopimda Sidrap.
Pantau Proses Produksi di Pabrik PB Nasirah
Tim Satgas meninjau langsung proses penggilingan dan distribusi beras di Pabrik PB Nasirah, salah satu mitra penggilingan terbesar di Kabupaten Sidrap. Dalam kunjungan tersebut, Brigjen Hermawan melihat bagaimana rantai pasok beras dijalankan mulai dari penyerapan gabah petani, proses penggilingan, hingga penyaluran ke pasar.
“Sidrap merupakan salah satu daerah lumbung pangan di Sulawesi Selatan. Kami ingin memastikan bahwa hasil panen petani terserap dengan baik dan harga beras yang keluar dari pabrik tetap sesuai ketentuan HET,” ujar Hermawan.
Baca Juga : Saenal Rosi Dilantik jadi Ketua Olahraga Akuatik Sidrap
Ia menambahkan, pengawasan di tingkat pabrik penting untuk mencegah potensi spekulasi harga yang bisa merugikan masyarakat maupun petani.
Harga Beras Stabil dan Pasokan Aman
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga beras di Sidrap relatif stabil dan berada di bawah HET nasional. Stok beras di gudang Bulog dan pabrik mitra juga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Perwakilan Bulog Parepare, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa penyerapan gabah petani di wilayah Sidrap dan sekitarnya terus berjalan. “Kami berupaya menjaga keseimbangan antara harga di tingkat petani dan konsumen, agar tidak ada pihak yang dirugikan,” ujarnya.
Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Brigjen Hermawan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha penggilingan, dan Bulog dalam menjaga stabilitas pangan. Ia berharap model kerja sama di Sidrap bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Selatan.
“Ketahanan pangan tidak bisa hanya ditopang oleh pemerintah. Diperlukan sinergi semua pihak, termasuk pelaku usaha lokal seperti PB Nasirah, agar pasokan beras nasional tetap terjaga,” tegasnya.
Kunjungan Tim Satgas diakhiri dengan dialog bersama petani dan pelaku usaha beras setempat, yang menyambut baik langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat rantai pasok pangan daerah.

















