Sidenreng Rappang – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh terhadap Balai Benih Ikan (BBI) Pangkajene agar kembali berfungsi optimal sebagai pusat pembenihan dan pengembangan ikan air tawar di daerah.
Penegasan itu disampaikan dalam rapat evaluasi bersama jajaran Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap, Rabu (8/10/2025), usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi BBI, Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae.

Soroti Penurunan Kinerja dan Fasilitas yang Terabaikan
Dalam sidak tersebut, Bupati Syaharuddin menemukan sejumlah fasilitas yang tidak terawat, seperti kolam pembenihan yang kering, instalasi air yang tidak berfungsi maksimal, serta sarana pendukung produksi yang mulai rusak. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan kinerja dan lemahnya pengelolaan yang perlu segera dibenahi.
Baca Juga : Sekda Sidrap Pimpin Monitoring MCSP 2025, Dorong OPD Maksimalkan Implementasi MCSP
“Balai Benih Ikan seharusnya menjadi pusat unggulan untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat nelayan serta pembudidaya ikan di Sidrap. Kalau kondisinya begini, maka harus kita lakukan pembenahan total,” tegasnya.
Instruksi Evaluasi dan Reorganisasi Pengelolaan
Bupati juga menginstruksikan Dinas Peternakan dan Perikanan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan sistem kerja BBI. Ia meminta agar dilakukan audit terhadap penggunaan anggaran, efektivitas produksi benih, serta pemetaan kebutuhan sumber daya manusia di lapangan.
“Kita ingin BBI ini tidak hanya aktif di atas kertas. Harus ada output nyata berupa ketersediaan benih ikan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi para pembudidaya,” ujar Syaharuddin.
Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, maupun pelaku usaha perikanan untuk memperkuat kapasitas produksi benih.
Dorong Revitalisasi dan Dukungan Anggaran
Sebagai langkah tindak lanjut, Bupati berkomitmen mengalokasikan dukungan anggaran melalui APBD 2026 untuk revitalisasi sarana dan prasarana BBI. Peningkatan infrastruktur, sistem pengairan, serta ketersediaan indukan unggul akan menjadi prioritas utama.
“Kita ingin balai ini menjadi pusat pembenihan yang modern, efisien, dan mandiri. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Harapan bagi Sektor Perikanan Sidrap
Dengan pembenahan ini, Pemerintah Kabupaten Sidrap menargetkan peningkatan produksi benih lokal untuk memenuhi kebutuhan pembudidaya di wilayah Sidrap dan sekitarnya. Langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan berbasis perikanan di Sulawesi Selatan.
Syaharuddin menutup arahannya dengan mengingatkan seluruh jajaran agar menjadikan evaluasi ini sebagai momentum memperbaiki kinerja dan pelayanan publik di sektor perikanan.
“BBI adalah aset daerah. Jangan sampai mati suri. Kita harus hidupkan kembali dengan semangat baru dan kerja nyata,” tegasnya.

















