Sidenreng Rappang – Sejumlah warga mengeluhkan tingginya tarif parkir kendaraan di kawasan RS Nene Mallomo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Mereka menilai, tarif yang diberlakukan pengelola parkir dinilai terlalu mahal dan memberatkan pengunjung, terutama bagi keluarga pasien yang harus menunggu dalam waktu lama.

Salah satu keluhan yang mencuat, biaya parkir mobil mencapai Rp10 ribu untuk durasi sekitar lima jam. Menurut warga, tarif tersebut dianggap tidak sebanding dengan fasilitas yang disediakan di area parkir rumah sakit.
Baca Juga : Dua Mafia Solar Subsidi di Sidrap Ditangkap Polisi
Pengunjung Merasa Terbebani
Beberapa pengunjung menyampaikan bahwa mereka kerap harus berulang kali keluar-masuk rumah sakit untuk mengurus administrasi atau membeli kebutuhan pasien. Dalam situasi seperti itu, biaya parkir bisa membengkak karena setiap kali keluar masuk dihitung tarif baru. Salah seorang pengunjung, Ahmad, mengaku harus membayar Rp20 ribu hanya untuk dua kali masuk parkiran dalam satu hari. Menurutnya, kebijakan tersebut seharusnya mempertimbangkan kondisi pengunjung yang sebagian besar adalah keluarga pasien dengan beban biaya pengobatan yang juga tinggi. Ia menilai pengelolaan parkir seharusnya tidak semata-mata mencari keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
Kurangnya Sosialisasi Tarif Parkir
Selain masalah besaran biaya, pengunjung juga menyoroti minimnya informasi terkait tarif parkir yang diberlakukan. Tidak ada papan tarif yang jelas di pintu masuk maupun area parkir, sehingga pengunjung sering kali kaget saat membayar. Kurangnya transparansi ini menimbulkan kesan bahwa tarif parkir diberlakukan secara semena-mena. Sejumlah warga pun mendesak agar pihak rumah sakit maupun pengelola parkir segera memberikan papan informasi yang jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Harapan Ada Evaluasi dan Penyesuaian
Menanggapi keluhan tersebut, warga berharap pihak manajemen RS Nene Mallomo bersama Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang dapat segera melakukan evaluasi terhadap sistem dan tarif parkir yang ada. Mereka mengusulkan agar tarif parkir diberlakukan secara progresif atau diberi keringanan khusus bagi keluarga pasien rawat inap yang harus berada di rumah sakit dalam waktu lama. Dengan begitu, keberadaan parkir tidak menjadi beban tambahan bagi pengunjung. Warga juga berharap pemerintah daerah lebih aktif memantau pengelolaan parkir di fasilitas umum agar tidak merugikan masyarakat. Transparansi, kenyamanan, dan keterjangkauan tarif menjadi hal utama yang diharapkan demi menciptakan pelayanan publik yang lebih humanis.

















