Sidenreng Rappang – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedamaian dan persatuan masyarakat melalui komunikasi lintas agama. Upaya ini dilakukan sebagai langkah nyata dalam memperkuat toleransi, sekaligus mencegah potensi gesekan sosial yang bisa muncul akibat perbedaan keyakinan.

Bupati Sidrap melalui jajaran pemerintah daerah menegaskan bahwa keberagaman agama dan budaya adalah kekayaan yang harus dijaga bersama. Untuk itu, Pemkab menggandeng FKUB sebagai mitra strategis dalam membangun ruang dialog, sehingga setiap persoalan yang berhubungan dengan kerukunan umat beragama dapat diselesaikan dengan cara musyawarah.
“Kami ingin Sidrap menjadi contoh daerah yang damai, di mana masyarakat bisa hidup berdampingan tanpa sekat perbedaan. Melalui FKUB, pemerintah mendorong agar komunikasi antarumat beragama terus terjalin secara baik dan terbuka,” ujar salah satu pejabat Pemkab dalam kegiatan silaturahmi lintas agama yang digelar baru-baru ini.
Baca Juga : Panen padi di Sidrap alami peningkatan
Merawat Toleransi Melalui Dialog dan Kebersamaan
Dalam kesempatan tersebut, FKUB Sidrap menekankan pentingnya merawat komunikasi lintas agama sebagai instrumen utama membangun keharmonisan. Menurut Ketua FKUB, dialog rutin yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda sangat efektif untuk mengantisipasi kesalahpahaman yang bisa memicu konflik horizontal.
“Dengan komunikasi yang sehat, perbedaan tidak lagi menjadi pemisah, tetapi justru menjadi perekat persatuan. FKUB hadir untuk menjembatani kepentingan bersama dan memastikan semua umat merasa dihargai,” jelasnya.
Program yang dijalankan antara lain adalah forum diskusi rutin, pelatihan moderasi beragama, serta kegiatan sosial lintas iman seperti kerja bakti dan doa bersama. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya bertukar pikiran, tetapi juga merasakan langsung manfaat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah tokoh pemuda yang hadir dalam kegiatan itu mengaku merasakan dampak positif dari adanya ruang komunikasi lintas agama. Mereka berharap kegiatan serupa bisa lebih sering dilakukan di tingkat desa dan kecamatan agar pesan toleransi menjangkau masyarakat luas.
Upaya Pemkab Sidrap bersama FKUB ini sejalan dengan program nasional penguatan moderasi beragama. Dengan dukungan masyarakat, Sidrap diyakini mampu menjadi daerah yang tetap kondusif, inklusif, dan harmonis di tengah keberagaman.

















